Sabtu, 07 November 2009

Inflasi Kota Madiun Minus 0.02 Persen

MADIUN- Laju inflasi Kota Madiun bulan Oktober mengalami penurunan. Yakni, minus 0,02 persen. Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan bulan September lalu yang mencapai 0,84 persen. telur‘’Trennya cukup positif. Daya beli masyarakat di bulan Oktober turun, sehinga harga sejumlah komoditas juga ikut turun,’’ ujar Marheningrum, Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik, kemarin (5/11).

Menurutnya, penurunan daya beli masyarakat di bulan Oktober wajar terjadi. Pasalnya, banyak warga yang menahan diri membeli barang kebutuhan selepas Ramadan dan Idul Fitri. Kondisi ini, lanjut dia, cukup berpengaruh pada harga sejumlah komoditas. ‘’Turunnya tarif kereta api, harga telur ayam ras, minyak goreng, angkutan antar kota serta apel juga berpengaruh menekan inflasi bulan Oktober,’’ jelasnya.

Meski begitu, kata Marheningrum, harga sejumlah komoditas seperti cabe rawit, gula pasir, cabe merah, bahan bakar rumah tangga, bawang merah dan kacang panjang juga patut diperhitungkan. Harga komoditas tersebut mengalami lonjakan sehingga berpengaruh pada laju inflasi.

Ia memprediksi, inflasi bulan Oktober masih lebih rendah dibadingkan bulan November. Sejumlah harga komiditas akan mengalami kenaikan, karena berbarengan dengan musim pernikahan dan Idul Adha. Menurutnya, saat itu kebutuhan masyrakat meningkat tapi dalam batas wajar. ‘’Selama kebijakan ekonomi pemerintah tidak menimbulkan shock, maka kondisi akan normal,’’ paparnya.

Tingkat inflasi yang tidak terlalu tinggi ini, menurut Marheningrum, berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Madiun. Turunnya harga komoditas membuat daya beli lebih terjangkau. Kondisi ini akan merangsang peningkatan produksi barang. Sehingga sektor indutri mengeliat dan pasar bergairah. ‘’Dampaknya pertumbuhan ekonomi kota juga ikut naik,’’ jelasnya.

Dikatakan pula, perkembangan harga komoditas di bulan Oktober lalu secara umum menunjukan penurunan. Itu terlihat dari penurunan indeks umum harga konsumen sebesar 120.09 pada bulan September menjadi 120.06 pada Oktober.

Sementara itu, perhitungan inflasi tujuh kota di Jawa Timur cukup bervariasi. Lima kota mengalami inflasi dan dua kota deflasi. Marhen menuturkan, dari tujuh kota penghitung inflasi di Jatim, posisi Kota Madiun di urutan enam. Posisi teratas diduduki Jember 0 dengan tingkat inflasi ,52 persen, kedua Probolinggo 0,35 persen, Malang 0,21 persen, Surabaya 0,16 persen dan Kediri 0,10 persen. ‘’Paling rendah Sumenep, minus 0,054 persen,’’ terangnya. (aan/isd)

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
Atau Kunjungi Situs KYAI www.pesugihan-uang-gaib.blogspot.co.id/ agar di
berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur, saya sendiri dulu
hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik, jika ingin seperti
saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

Posting Komentar

 
Komunikasi Bisnis. Design by Wpthemedesigner. Converted To Blogger Template By Anshul Tested by Blogger Templates.